demokrasi yang pernah terjadi di Indonesia

BUDAYA DEMOKRASI

            Demokrasi berasal dari kata DEMOS yang artinya RAKYAT dan KRATOS artinya PEMERINTAHAN. Jadi, demokrasi artinya adalah sistem kekuasaan yang ada di tangan rakyat.

Menurut Abraham Lincoln, seorang mantan presiden Amerika Serikat, Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.







            Posisi rakyat yang setara di muka umum membuat sistem ini termasuk sistem yang sangat adil, karena tidak berfokus pada pemimpin saja, jadi rakyat juga memiliki andil mengutarakan suaranya untuk kemajuan bangsa.
            Sedangkan budaya demokrasi sendiri berasal dari kata BUDI atau akal dan DAYA atau kemampuan yang berarti kemampuan akal manusia. Jadi budaya demokrasi adalah kemampuan manusia yang berupa sikap dan kegiatan  mengharagai persamaan, kebebasan dan peraturan.





Adapula syarat-syarat pemerintahan demokrasi menurut para ahli. Syarat-syarat pemerintahan demokrasi menurut Raymond Gettel sebagai berikut :

a. Bentuk pemerintahan itu harus didukung oleh persetujuan umum (general concert).
b. Hukum yang berlaku dibuat oleh wakil-wakil rakyat yang dipilih melalui
    referendum yang luas atau melalui pemilu.
c. Kepala Negara dipilih secara langsung atau secara tidak langsung melalui
    pemilu dan bertanggung jawab pada dewan legislative
d. Hak pilih aktif diberikan kepada sejumlah besar rakyat atas dasar
    kesederajatan.
e. Jabatan-jabatan pemerintahan harus dapat dipangku oleh segenap lapisan
         masyarakat.

Sedangkan A.Appadural merumuskan syarat-syarat bentuk pemerintahan yang demokratis itu sebagai berikut :

a. Ada kebebasan politik (political liberty) sebagai syarat minimum.
b. Ada kebebasan menyatakan pendapat dan pengakuan kehendak rakyat
    sebagai hukum tertinggi
c. Terdapat partisipasi politik, persamaan politik, dan kemungkinan akan pilihan
   pemerintahan.
d. Harus terdapat toleransi dan kompromi antarwarganegara.
e. Warga Negara harus diberikan kelonggaran-kelonggaran untuk
memeperkembangkan kepribadiannya.
f. Demokrasi memerlukan organisasi yang baik dan pemimpin yang tepat.
  (syarat a,b dan c merupakan syarat pokok sedangkan syarat d,e dan f  merupakan syarat tambahan)


Prinsip-prinsip Dasar Negara Demokrasi
Prinsip-prinsip dasar Negara demokratis sebagai berikut :
a. Pemerintah yang berdasarkan konstitusi (UUD)
b. Adanya PEMILU yang bebas,jujur dan adil
c. Ada jaminan HAM
d. Persamaan kedudukan di depan hokum
e. Perdilan yang bebas dan tidak memihak
f. Kebebasan berserikat atau berorganisasi dan berpendapat
g. Kebebasan pers atau media massa

Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, setiap penyelenggara Negara harus memperhatikan aspirasi rakyat. Para pemimpin atau penguasa tidak boleh manjalankan kekuasaan sekehendak hatinya dan tidak boleh sewenang-wenang menyalahgunakan kekuasaan. Pemerintah yang tidak mau mendengarkan aspirasi rakyat tidak bisa disebut sebagai pemerintah yang demokratis.


Unsur-unsur demokrasi
Pada dasarnya demokrasi meliputi unsure-unsur berikut :
a.    Adanya partisipasi masyarakata secara aktif dalam kehidupan
bermasyarakat,berbangsa dan bernegara
b.    Adanya pengakuan akan supremasi hukum
c.    Adanya pengakuan akan kesamaan anatara warga Negara
d.   Adanya pengakuan akan supremasi sipil atas militer
e.  Adanya kebebasan berekspresi, berbicara, berkumpul,berorganisasi, beragama,
   berkeyakinan dan kebebasan mengurus nasib sendiri.










DEMOKRASI YANG PERNAH ADA DI INDONESIA


            Indonesia termasuk negara yang mengalami pasang-surut demokrasi, maksudnya demokrasi yang silih berganti. Hampir setiap pergantian kepala negara, selalu saja demokrasinya berganti. Masalah pokok yang dihadapi ialah bagaimana demokrasi mewujudkan dirinya dalam berbagai sisi kehidupan berbangsa dan bernegara.Tercatat sudah 4 kali Indonesia berganti-ganti demokrasi, bahkan sudah beberapa kali pula kabinet silih berganti. Demokrasi yang pernah dilaksanakan di Indonesia adalah:


1.    DEMOKRASI LIBERAL                                   (17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959)
2.    DEMOKRASI TERPIMPIN                               (5 Juli 1959 – 11 Maret 1966)
3.    DEMOKRASI PANCASILA ORDE BARU    (Maret 1966 – 21 Mei 1998)
4.    DEMOKRASI REFORMASI                             (21 Mei 1998 - Sekarang)





DEMOKRASI LIBERAL (17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959)

LATAR BELAKANG
Demokrasi Liberal lebih sering disebut sebagai Demokrasi Parlementer. Pada tanggal 17 Agustus 1945 (Setelah Kemerdekaan Indonesia), Ir. Soekarno yang menjadi Ketua PPKI dipercaya menjadi Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945, Ir. Soekarno dilantik oleh Kasman Singodimedjo menjadi presiden Republik Indonesia pertama beserta wakilnya yaitu Muhammad Hatta. Bersamaan dengan itu, dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).



Badan ini bertujuan untuk membantu tugas Presiden. Hasilnya antara lain :



1. Terbentuknya 12 departemen   kenegaraan dalam pemerintahan yang
    baru.
           
2. Pembagian wilayah pemerintahan RI            menjadi 8 provinsi yang masing-
    masing terdiri dari beberapa karesidenan.Tanggal 7 Oktober 1945 lahir
    memorandum yang ditandatangani oleh 50 orang dari 150 orang anggota
    KNIP.



Isinya antara lain :



1)    Mendesak Presiden untuk segera membentuk MPR.

2)    Meminta kepada Presiden agar anggota-anggota KNIP turut berwenang melakukan fungsi dan tugas MPR, sebelum badan tersebut terbentuk.
















Tanggal 16 Oktober 1945 keluar Maklumat Wakil Presiden No. X tahun 1945, yang isinya :

           
“Bahwa komite nasional pusat, sebelum terbentuk MPR dan DPR diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN, serta menyetujui bahwa pekerjaan komite-komite pusat sehari-hari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah badan pekerja yang dipilih di antara mereka dan bertanggung jawab kepada komite nasional pusat.”


Pada tanggal 3 November 1945, keluar maklumat untuk kebebasan membentuk banyak partai atau multipartai sebagai persiapan pemilu yang akan diselenggarakan bulan Juni 1946.  Pada tanggal 14 November 1945 terbentuk susunan kabinet berdasarkan sistem parlementer (Demokrasi Liberal).

            Ketika Indonesia menjalani sistem Liberal, Indonesia dibagi manjadi 10 Provinsi yang mempunyai otonomi dan berdasarkan Undang – undang Dasar Sementara tahun 1950. Pemerintahan RI dijalankan oleh suatu dewan mentri (kabinet) yang dipimpin oleh seorang perdana menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen (DPR).
            Sistem politik pada masa demokrasi liberal telah mendorong untuk lahirnya partai–partai politik, karena dalam system kepartaian menganut system multi partai. Maka, PNI dan Masyumi lah yang menjalankan pemerintahan melalui perimbangan kekuasaan dalam parlemen dalam tahun 1950 – 1959 dan merupakan partai yang terkuat dalam DPR. Dalam waktu lima tahun (1950 -1955) PNI dan Masyumi silih berganti memegang kekuasaan dalam empat kabinet.




KABINET-KABINET DALAM MASA DEMOKRASI LIBERAL

a.    Kabinet Natsir (7 September 1950-21 Maret 1951)
b.    Kabinet Soekiman (27 April 1951-23 Februari 1952)
c.    Kabinet Wilopo (3 April 1952-3 Juni 1953)
d.    Kabinet Ali-Wongso (1 Agustus 1953-24 Juli 1955)
e.    Kabinet Burhanudin Harahap
f.     Kabinet Ali II (24 Maret 1957)
g.    Kabinet Djuanda ( 9 April 1957-10 Juli 1959)


Sejak berlakunya UUDS 1950 pada 17 Agustus 1950 dengan sistem demokrasi liberal selama 9 tahun tidak menunjukkan adanya hasil yang sesuai harapan rakyat.
Bahkan, muncul disintegrasi bangsa.

Disintegrasi tersebut antara lain :

1)    Pemberontakan PRRI, Permesta, atau DI/TII yang ingin melepaskan diri dari NKRI.
2)    Konstituante tidak berhasil menetapkan UUD sehingga negara benar-benar dalam keadaan darurat.
3)    Untuk mengatasi hal tsb dikeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
4)    Hal ini menandakan bahwa Sistem demokrasi liberal tidak berhasil dilaksanakan di Indonesia, karena tidak sesuai dengan pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesia.


ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

· Penyaluran tuntutan – tinggi tapi sistem belum memadani
· Pemeliharaan nilai – penghargaan HAM tinggi
· Kapabilitas – baru sebagian yang dipergunakan, kebanyakan masih potensial
· Integrasi vertikal – dua arah, atas bawah dan bawah atas
· Integrasi horizontal- disintegrasi, muncul solidarity makers dan administrator

· Gaya politik – ideologis
· Kepemimpinan – dikuasai oleh angkatan sumpah pemuda tahun 1928
· Partisipasi massa – sangat tinggi, bahkan hingga muncul kudeta
· Keterlibatan militer – militer dikuasai oleh sipil
· Aparat negara – loyak kepada kepentingan kelompok atau partai

· Stabilitas – instabilitas
· Demokrasi ini menimbulkan sikap saling menjatuhkan antar partai satu dengan
  partai yang lain.



KESIMPULAN

            Pada masa ini, walaupun Indonesia masih tergolong negara baru, namun Indonesia dapat menjalankan sistem politiknya walaupun masih belum sempurna, diwarnai dengan adanya kudeta, dll. Dengan adanya KNIP membuat pemerintahan lebih teratur dan terorganisir.










DEMOKRASI TERPIMPIN  (5 Juli 1959 – 11 Maret 1966)

LATAR BELAKANG
Pada sistem ini berlaku sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juni 1959 yang berbunyi sebagai berikut.
1) Pembubaran Konstituante,
2) Berlakunya kembali UUD 1945.
3) Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.



            Dalam Demokrasi Terpimpin ini menggunakan sistem presidensial. Dalam sistem presidensial ini mempunyai dua hal yang perlu diingat yaitu:
1) kedudukan presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, dan
2) para menteri bertanggung jawab kepada presiden.


            Era tahun 1959 sampai dengan 1966 merupakan era Soekarno, yaitu ketika keijakan-kebijakan Presiden Soekarno sangat mempengaruhi kondisi politik Indonesia. Kebijakan pemerintah setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yaitu:

A.           Pembentukan MPRS
Presiden Soekarno membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara berdasarkan Penpres no.2 tahun 1959. Seluruh anggota MPRS tidak diangkat melalui pemilihan umum, tetapi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan 3 syarat, yaitu :
1.   Setuju kembali kepada UUD 1945
2.   Setia kepada perjuangan RI
3.   Setuju kepada manifesto politik

B.           Pembentukan DPAS

C.           Pembentukan Kabinet Kerja

D.           Pembentukan Front Nasional

E.           Penataan Organisasi Pertahanan dan Keamanan

F.            Penyederhanaan Partai-partai Politik

G.           Penyederhanaan Ekonomi

Pengertian demokrasi terpimpin menurut Tap MPRS No. VII/MPRS/1965 adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Mufakat
Berporoskan Nasakom, dengan ciri-ciri :
            1. Dominasi Presiden
            2. Terbatasnya peran partai politik
            3. Berkembangnya pengaruh PKI

            Sama seperti yang tercantum pada sila ke empat Pancasila, demokrasi terpimpin adalah dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, akan tetapi presiden menafsirkan “terpimpin”, yaitu pimpinan terletak di tangan “Pemimpin Besar Revolusi”.

            Situasi politik pada masa demokrasi terpimpin diwarnai tiga kekuatan politik utama yaitu Soekarno, PKI, dan AD.

Ketiga kekuatan tersebut saling merangkul satu sama lain.Terutama PKI membutuhkan Soekarno untuk menghadapi angkatan darat yang menyainginya  dan meminta perlindungan. Begitu juga angkatan darat,membutuhkan Soekarno untuk legitimasi keterlibatannya di dunia politik.

            Rakyat maupun wakil rakyat tidak memiliki peranan penting dalam Demokrasi Terpimpin.

Akhirnya, pemerintahan Orde Lama beserta Demokrasi terpimpinnya jatuh setelah terjadinya Peristiwa G 30 S/PKI pada tahun 1965 dengan diikuti krisis ekonomi yang cukup parah hingga dikeluarkannya Supersemar (Surat perintah sebelas Maret).

ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


1.    Mengaburnya sistem kepartaian, pemimpin partai banyak yang dipenjarakan

2.    Peranan Parlemen lembah bahkan akhirnya dibubarkan oleh presiden dan presiden membentuk DPRGR

3.    Jaminan HAM lemah

4.    Terjadi sentralisasi kekuasaan

5.    Terbatasnya peranan pers

6.    Kebijakan politik luar negeri sudah memihak ke RRC (Blok Timur)

7.    Penyaluran tuntutan – tinggi tapi tidak tersalurkan karena adanya Front nas
8.    Pemeliharaan nilai – Penghormatan HAM rendah

9.     Kapabilitas – abstrak, distributif dan simbolik, ekonomi tidak maju

10. Integrasi vertikal – atas bawah

11. Integrasi horizontal – berperan solidarity makers,

12. Gaya politik – ber ideologi, nasakom

13. Kepemimpinan – tokoh kharismatik dan paternalistik

14. Partisipasi massa – dibatasi

15. Keterlibatan militer – militer masuk ke pemerintahan

16. Aparat negara – loyal kepada negara

17. Stabilitas – stabil

KESIMPULAN

Pada masa ini, pemerintahan dominan lebih bisa mengatur rakyat karena adanya sentralisasi, namun rakyat tak bisa berbuat apa-apa karena semua keputusan ada di tangan presiden. Tidak adanya kebebasan pers dan juga anggota partai yang dipenjara menunjukkan pada masa ini jaminan HAM lemah. Terbatasnya peran partai politik dan berkembangnya pengaruh PKI semakin membuat demokrasi ini runtuh.



DEMOKRASI PANCASILA ORDE BARU (Maret 1966 – 21 Mei 1998)


LATAR BELAKANG
            Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dijiwai oleh sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan  dalam permusyawaratan/perwakilan yang berKetuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
           
Beberapa perumusan tentang demokrasi pancasila sebagai berikut :

a.    Demokrasi dalam bidang politik pada hakekatnya adalah menegakkan kembali azas negara hukum dan kepastian hukum.

b.    Demokrasi dalam bidang ekonomi pada hakekatnya adalah kehidupan yang layak bagi semua warga negara.

c.    Demokrasi dalam bidang hukum pada hakekatnya membawa pengakuan dan perlindungan HAM, peradilan yang bebas tidak memihak.


Secara umum dapat dijelaskan bahwa watak demokrasi pancasila sama dengan demokrasi pada umumnya. Namun “Demokrasi Pancasila” dalam rezim orde baru hanya sebagai retorika dan belum sampai pada tatanan prasis atau penerapan. Karena dalam prate kenegaraan dan pemerintahan rezim ini tidak memberikan ruang bagi kehidupan demokrasi, yang di tandai oleh :

1. Dominanya peranan ABRI
2. Biro kratisasi dan sentralisasi pemgembalian keputusan politik.
3. Pesebirian peran dan fungsi partai politik.
4. Campur tangan pemerintah dalam berbagai urusan politk.
5. Masa mengembang.
6. Monolitisasi ideologi negara.
7. Info porasilembaga non pemerintah, 


Dengan demikian nlai demokrasi juga belum ditegaskan dalam demokrasi
Pancasila Soeharto.
           
            Akibat adanya tuntutan massa untuk diadakan reformasi di dalam segala bidang, rezim Orde Baru tidak mampu mempertahankan kekuasaannya. Dan terpaksa Soeharto mundur dari kekuasaannya dan kekuasaannya dilimpahkan kepada  B. J. Habibie pada 21 Mei 1998.





ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Kelebihan sistem pemerintahan Orde Baru 

• Perkembangan GPD per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 mencapai lebih AS$ 1.000.
• Sukses transmigrasi
• Sukses KB
• Sukses swasembada pangan
• Penganguran minimum

• Sukses REPELITA (Rancangan Pembangunan Lima Tahun.
• Sukses gerakan wajib belajar
• Sukses gerakan nasional orang – tua asuh
• Sukses keamanan dalam negeri
• Investor sing mau menanamkan modal di Indonesia 
• Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri.

Kekurangan sistem pemerintahan Orde Baru 

• Semarak korupsi, kolusi dan nepotisme
• Pembangunan Indonesia tidak rata dan timbul kesenjangan pembangunan antara
  pusat daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagai besar  
  disedot ke pusat.
• Munculnya rasa ketidak puasan di semjumlah daerah krena kesejangan pembanguna terutana di Aceh dan Papua
• Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya 
• Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi sikaya dan si miskin)

• Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan
• Kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyaknya koran dan majalah yang
  dibreidel.
• Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan, antara lain dengan
  program “penembakan misterius” (petrus)
• Tidak ada rencana suksensi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/ presiden selanjutnya)





· Penyaluran tuntutan – awalnya seimbang kemudian tidak terpenuhi karena fusi
· Pemeliharaan nilai – terjadi Pelanggaran HAM tapi ada pengakuan HAM
· Kapabilitas – sistem terbuka
· Integrasi vertikal – atas bawah
· Integrasi horizontal - nampak
· Gaya politik – intelek, pragmatik, konsep pembangunan
· Kepemimpinan – teknokrat dan ABRI
· Partisipasi massa – awalnya bebas terbatas, kemudian lebih banyak dibatasi
· Keterlibatan militer – merajalela dengan konsep dwifungsi ABRI
· Aparat negara – loyal kepada pemerintah (Golkar)
· Stabilitas stabil





























KESIMPULAN

Pada masa Demokrasi Pancasila, terlihat bahwa pemerintahan berlangsung lebih aman tanpa adanya kudeta (kecuali ketika masa keruntuhan di tahun 1998). Namun, rotasi kekuasaan eksekutif hampir dikatakan tidak ada, inflasi yang merebak, rekrutmen politik yang tertutup, pemilu yang jauh dari semangat demokratis, pengakuan HAM yang terbatas, serta tumbuhnya KKN yang merajalela membuat demokrasi ini disebut demokrasi yang tipis akan arti demokrasi yang sesungguhnya.




DEMOKRASI REFORMASI (21 Mei 1998 - Sekarang)


LATAR BELAKANG


                Demokrasi yang dikembangkan pada masa reformasi pada dasarnya adalah demokrasi dengan mendasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 dengan penyempurnaan. Meningkatkan peran lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi Negara dengan menegaskan fungsi, wewenang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara lembaga-lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Masa reformasi berusaha membangun kembali kehidupan yang demokratis antara lain:
1.         Keluarnya Ketetapan MPR RI No. X/MPR/1998
            2.         Ketetapan No. VII/MPR/1998
            3.         Tap MPR RI No. XI/MPR/1998
            4.         Tap MPR RI No. XIII/MPR/1998
            5.         Amandemen UUD 1945

            Pada masa ini, Kepemimpinan rezim B. J. Habibie dikenal dengan nama Super Power, karena dikuaai oleh orang-orang mua yang memiliki juwa reformasi dan demokrasi yang tinggi. Namun, B.J. Habibie tidak mendapat dukungan sosial politik dari sebagian besar masyarakat. Akibatnya B. J. Habibie tidak mampu mempertahankan kekuasaannya dan lengser pada tahun 1999.
           
Kemudian, melalui pemilu presiden yang ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid terpilih secara demokratis di parlemen sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 1999. Akan tetapi, karena K.H. Abdurrahman Wahid membuat beberapa kebijakan yang kurang sejalan  dengan proses demokratisasi itu sendiri, maka pemerintahan sipil K.H. Abdurrahman Wahid terpaksa tersingkir dan digantikan oleh Megawati Soekarnoputri pada 23 Juli 2001.



Megawati Soekarnoputri kembali membangkitkan semangat sang ayah, Soekarno sebagai pelopor bangsa dengan semangat Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan. Proses pemerintahan demokrasi pada masa Megawati Soekarnoputri masih cukup sulit untuk dievaluasi dan diketahui secara optimal. Akibatnya,ketidakpuasaan akan pelaksanaan pemerintahan dirasakan kembali oleh rakyat dan hampir terjadi krisis kepemimpinan. Rakyat merasa bahwa siapa yang berkuasa di pemerintahan hanya ingin mencari keuntungan semata, bukan untuk kepentingan rakyat. Megawati pun akhirnya lengser pada tahun 2004 digantikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang menjalani 2 periode pemerintahan (2004-2009 dan 2009-2014).

  
ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


1.    Masyarakat mulai berani untuk mengutarakan pendapatnya tanpa ragu lagi
2.    Era Super-power pada zaman reformasi menimbulkan semangat baru untuk rakyat
3.    Terselenggaranya pemilu 7 Juni 1999 sebagai pemilu paling bersih dan jujur
4.    Kabinet yang bersih dan anti-PKI pun tercipta
  1. Penyaluran tuntutan – tinggi dan terpenuhi
  2. Pemeliharaan nilai – Penghormatan HAM tinggi
  3. Kapabilitas –disesuaikan dengan Otonomi daerah
  4.  Integrasi vertikal – dua arah, atas bawah dan bawah atas
  5. Integrasi horizontal – nampak, muncul kebebasan (euforia)
  6. Gaya politik - pragmatik
  7. Kepemimpinan – sipil, purnawiranan, politisi
  8.  Partisipasi massa - tinggi
  9.  Keterlibatan militer - dibatasi
  10. Aparat negara – harus loyal kepada negara bukan pemerintah
  11. Stabilitas - instabil






KESIMPULAN

            Pada era reformasi ini, rakyat akhirnya bsia aktif dalam mengutarakan aspirasinya. Demokrasi yang sesungguhnya pun akhirnya terjadi di Indonesia. Rakyat mulai menggunakan reformasi total di semua sektor kehidupan. Berantas KKN pun mulai dicanangkan. Artinya, era inilah era yang “benar-benar demokrasi”.









PENUTUP


            Demikian analisis pelaksanaan demokrasi dari tahun 1945 sampai dengan saat ini yang dapat saya sajikan. Semoga dapat memberi kesan dan menambah pemahaman bagi yang membacanya. Saya selaku penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi yang diberikan untuk analisis ini.











































DAFTAR PUSTAKA






  • Budiardjo, Miriam. 2002. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

  • Israil, Idris. 2005. Pendidikan Pembelajaran dan Penyebaran Kewarganegaraan. Malang : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.

  • Sharma, P. 2004. Sistem Demokrasi Yang Hakiki. Jakarta : Yayasan Menara Ilmu.


  • Sipana, dkk. 2010. Kewarganegaraan Kelas XI SMA. Jakarta : Sman’s

recommended: Karena Kita Tidak Kenal :')

                



Orang asing boleh jadi jahat, boleh jadi dekat, boleh jadi maut; boleh jadi orang asing adalah diri kita sendiri. Itulah kata-kata yang dapat saya ambil dari buku Farida Susanty yang kedua ini, berjudul “Karena Kita Tidak Kenal” yang bertemakan tentang orang-orang asing disekitar kita yang dapat membawa perubahan – begitu juga diri kita dapat menjadi orang asing bagi kehidupan kita sendiri, jika kita tidak mengenali apa artinya sesuatu dan seseorang.

Dikemas menarik dan dengan bahasa yang mudah dimengerti membuat buku ini semakin diminati. Covernya yang lembut sedikit emboss gambarnya membuat buku ini wajib dijadikan hiasan di rak buku para remaja. Terdapat 16 cerita pendek yang membahas tentang makna orang asing bagi kehidupan seseorang dengan sudut pandang yang berbeda.

Ada satu cerpen yang membuat saya berfikir dua kali dan mencoba merefleksikan apa yang saya baca dengan yang saya rasakan. Di cerpen ke tiga yang berjudul “Siapa?”,saya merasakan bahwa yang ada di cerita tersebut adalah diri saya. Diceritakan bahwa ada seorang anak bernama Rina Asyifa yang sangat pintar dan cantik. Ia adalah panutan keluarganya, harapan ayah dan ibunya. Namun, hal buruk menimpa Rina, ia tidak lolos ujian SPMB untuk Fakultas Kedokteran. Ia merasa kehilangan keceriaannya, namun bukan karena ia sedih, melainkan karena ia tidak tahu siapa dirinya dan apa keinginannya. Sedari dulu, ia selalu terfokus pada keinginan ayah dan ibunya dan tanpa ia sadari ia memendam keinginannya dalam-dalam demi membahagiakan orang tuanya.

Ayahnya akan mengusahakan mauk ke Fakultas Kedokteran swasta dengan cara meminjam uang sana-sini agar Rina menjadi dokter. Harus dan wajib. Ayah-ibunya sangat memaksakan Rina untuk masuk kedokteran hingga Rina pun sampai bermimpi aneh-aneh tentang dirinya. Lalu Rina cerita pada kekasihnya, Kevin. Kevin memberi nasihat bahwa jalani hidup ini dengan yang kita sukai, bukan dengan paksaan. Akhirnya ia memberanikan diri untuk bicara dengan ayahnya bahwa ia tak ingin masuk Fakultas Kedokteran.

Cerita ini membuat kita berfikir, siapa kita? Untuk apa kita hidup jika kita tidak menjalani apa yang kita sukai? Untuk apa kita hidup jika dengan keterpaksaan saat ini namun nanti dimasa depan kita tidak tahu apa yang diri kita mau. Kumpulan cerpen psikologi ini membuat kita sadar bahwa tak selamanya orang asing itu dari luar diri kita, bahkan orang asing juga ada dalam diri kita sendiri.

remember!



If you have plan to die, you wouldn't expect anything else.




but if you need someone, that means you won't die,




you just want someone to help you. That's all

Untung Hanya Masa Lalu

Kemarin kau katakan padaku untuk tidak mencarimu lagi, dan itu kulakukan. 
Meninggalkanmu, melepaskanmu untuk selama-lamanya, dan kuturuti. 


Aku menganggap ini adalah sebuah pengorbanan untukmu karena kau katakan padaku bahwa hidupmu dipenuhi masalah-masalah yang berkepanjangan karena diriku dan kau tak ingin aku terbawa-bawa ke dalam masalahmu dan mengganggu masalahmu lagi hingga akhirnya aku makin terpojok karena ucapanmu.

Seberat-berat hatiku melepasmu, namun kuusahakan untuk menghindarimu, hingga pada saat itu aku tak mampu berdiri pada kedua kakiku dan aku berfikir bahwa esok hari tiada kau lagi yang selalu membayangi langkahku.


Aku terlalu bodoh akan cinta, dan terlanjur masuk ke pusaran yang entah dimana akan berakhir. 
Akupun tak tahu, apa aku harus lari darimu atau tetap membisu menunggu keajaiban datang dan kau memandang kearahku. 


Tetapi hari ini aku sadar bahwa pada kenyataannya kau hanyalah seorang Pengecut dan Pecundang, karena kau menyia nyiakan rasa yang dahulu pernah kuberi.

Penyesalanku hari ini adalah ternyata dulu aku lebih mencintai seorang Pecundang daripada seorang Pejuang.
Untung hanya masa lalu.


Semoga dimasa depan, tak ada lagi yang seperti kamu selanjutnya.

Surat untuk Sapi.

Halo Bloggers. Kali ini gue mau sedikit cerita-curhat-share. Nyem.

Lebih tepatnya posting ini buat sahabat gue, sebut aja namnaya si Sapi. Gue bersahabat sama si sapi udah lamaaaa banget, bahkan udah belasan tahun hehe. Walopun jauh, gue tetep cerita sama sapi, bahkan sampe semua gebetan gue sapi tau -_- oke lupakan.

Intinya, judul posting ini adalah: surat untuk sapi.


                Halo sapi, apa kabar? Semoga pas lo baca ini, lo semakin kangen sama gue sesese. Ohya sap, gua makin kangen sama lo, abis kita jaraaaang bgt ketemu. Sekolah kita jauh sap, coba kalo kita sekolah deketan kayak waktu SMP, pasti enak. Gue bisa main tiap hari kerumah lo sambil mantengin flatnya si....ehm lupakan, gue lagi gamau bahas doi wakakak pismen.
                Sap, dari SD lo temen terbaik gue, walopun gue pernah ditampol sama lo gara2 kocokan kartu ye apa bekel gitu gue lupa ahhaha tapi gue sayangbanget sama lo. Bahkan, waktu kita sore sore main bombomcar itu trs lo balik, gue sedih. Tapi ada hal yang lebih sedih yang gue gabisa bilang langsung ke elo, sap.
                Intinya, los ekarang berubah. Oke, lo masih sapi sahabat gue, lo masih sapi yang selengean, narsis, dan apa adanya. Cuma sap, gue menyesali satu hal: kenapa lo harus salah langkah?
                Lo pasti sangat mengerti maksud gue. Kaloun lo gatau, gue bisa jelasin. Begini sap, gue kurang suka lo ngerokok-minum-linting-dll dsb. Lo sahabat gue, gue gamau lo rusak, sap. Gue bolehin lo, lo mau ngapain aja, lo mau ngerokok depan gue, gue bolehin. Tapi tolong jangan sebanyak waktu kita ketemu kemaren. Walopun 6 batang itu sedikit, tapi bahaya buat badan lo.
                Sap, gue jujur aja. Sebenernya gue baru pertama kali ngerokok yang bareng lo. Gue berfikir, apakah bener dengan rokok lo bisa ilangin semua masalah lo? Gue rasa engga, sap. Coba lo liat, apa dengan lo nyemok, masalah lo dengan mantan lo yg brengsek itu kelar? Masalah sekolah lo kelar? Atau masalah (maaf sap) nyokap lo yg lagi sakit, lo mau beli laptop, lo mau pasang behel, itu selesai? Engga kan sap? Masalah lo engga akan selesai kalo lo lakuin kayak gitu.

Sap, gue sayang banget sama lo. Saynag banget, makanya gue engga mau lo kejerumus yang lebih jauh.

                Lo pernah ga sap, bayangin kekecewaan ortu lo kalo tau lo kayak gini, walaupun dari cerita lo gue yakin bokap atau om lo pasti udah tau sedikit, Cuma lo bisa bayangin kekecewaan nyokap lo, yg udah susah payah besarin lo, dengan segenap tenaga, bokap lo yang banting tulang cari uang buat sekolahin lo walaupun kerjanya harus bikin dia sakit sakitan? Dan lo bis abayangin kekecewaan temen temen lo, sahabat lo, yang sedih ngeliat perubahan lo kayak gini?

Termasuk gue.

                Gue sedih sap, sedih banget denger lo udh sampe ngelakuin hal yg ngga gue kira. Lo udah nokip, bahkan sering. Gele pun udah, dan lo cerita lo mau nyuntik kan sap? Buat apa sap???? Lo mau ngapain????? Apa yang dunia-dan orang tua lo gabisa kasih ke lo? Apa yang orang orang lakuin ke lo sampe lo stress dan berniat kayak gitu sap? Apa yang lo fikirin? Apa yang ngebuat lo pengen gitu? Coba coba? Atau biar gaul? Sap, gue gasuka lo kayak gitu!!
                Lo tau kan sap, semua hal yg lo lakuin itu Cuma bisa ngerusak diri lo? Semua hal yg lo lakuin itu sia sia aja, lo tau kan? Dengan lo beli rokok, beli minuman dll, itu malah ngabisin duit lo, dan apa yang mau lo beli ga akan kesampean.
                Lo mau pasang behel kan sap? Uang lo sedikit lagi kekumpul. Ayo sap, gue dukung lo. Ayo lo menabung, tapi tolong sap, jangan lo gunain uang lo untuk ngelakuin hal hal yang ngerusak diri lo! Jangan lo lakuin hal yang ngebuat lo semakin terpuruk!
                Gue tau sap, lo punya banyak masalah. Semua orang juga punya masalah. Gue juga. Sedikit cerita, kalo gue udah ga kuat sama masalah gue, biasanya gue nangis. Tapi nangis juga ga akan nyelesein masalah. Kita sama sama remaja, dan gue tau apa yang ada di fikiran lo ketika ada masalah, yaitu lo mau coba coba sesuatu yang kata orang bisa bikin diri kita ‘tenang’. Gue pernah ngelakuin beberapa yang pernah lo lakuin, tapi apa hasilnya? Gue gasuka. Dan itu ga ngilangin masalah gue. Tapi.............. gue memang jadi kepengen buat nyoba lagi lagi dan lagi. Dan itu ngga bisa berhenti. Tapi gue berusaha buat engga lakuin itu lagi karena apa sap? Karena gue wanita, gue punya masa depan, harga diri. Gue gamau gue mandul dan gapunya anak, gue gamau dimasa tua nanti gue penyakitan, atau gue malah gadapet pekerjaan samasekali karena gue penyakitan dan engga lulus medical check up untuk tes tenaga kerja.
                Lo pengen kan sap, bikin ortu lo bahagia? Lo pengen bikin mereka seneng kan sap? Gue juga. Gue pengen bikin ortu gue bangga sama gue, walopun dia galak atau kayak gimanapun sama gue, gue tetep mau bikin bahagia. Semua orang punya cita cita, dan gue tau lo juga punya. Gue gamau sap, gue gamau lo gabisa gapai cita cita lo karena kesalahan kecil yang lo lakuin sekarang ini.
                Sap, gue tau lo kecewa kan? Gebi yang lo fikir alim, gebi yang baik, gebi yang engga bakal pernah ngelakuin itu, ternyata bikin lo kecewa? SAMA SAP, GUE JUGA KECEWA BANGET SAMA LO. Sapi yang cantik, baik, sahabat gue, sapi yang anaknya ceria tiba tiba berubah jadi sapi yang kalo ngomong kasar terus, sapi yang ngga bisa lepas dari yang namanya ngisep rokok, sapi yang sekarang sering bohongin orang tua, cabut sekolah Cuma demi muter muter gajelas sama gue (oke jujur gue ngerasa berdosa sama lo) dan hal hal lain yang gaakan gue sebut, karena lo sapi, dan sapi adalah sahabat terbaik gue.
Sap, gue gatau apa yang harus gue lakuin. Ngeliat lo sedih gue jadi ikutan sedih banget. Gue ngga nyangka sap lo bakal kayak gini sama gue, lo ngecewain gue banget. Tapi satu hal yang lo harus tahu, gue tetep sayang sama lo. Mau kayak gimanapun lo, gue tetep sahabat lo.

Sap, lo mau kan berubah?
Gue akan bantu sap, semaksimal mungkin, sebisa gue.

Makasih sap, lo udah mau baca ini. Sekiranya, gue mohon lo ngerti kenapa gue nulis kayak gini. Gue bakal selalu ada buat lo, sap. Selalu.



Gue syaang banget sama lo, sap.
Berubahlah.

APA INI YA? -_-


yang kiri: cahabad kotak -_- namanya annan.

yang kanan: RAJA KARAPAN SAPI, ALDILA

dia mengagumi galih. galih. oh GALIH.
sungguh kasihan -_-
liat aja chat gue sama dia



-_- ini chat gila. #abaikan


GALIH MULU YANG DIBAHAS~


ini..... agak fitnah. cnd gal esese



doakan saja semoga dila beneran jadian sama galih.
ini dia galih, cekidot! maco kok! :)



whattaya think? :D

hangout Gading-Lapiz w/them♥

ohiyaaaa waktu itu gue bikin kumpul esde lagi loh. kali ini yg dateng cuma berapa belasss gitu soalnya pada gabisa trus pada males. tai ye emang haha. akhirnya reunian deh atas permintaan mbak eva sevala juga -_- kita reunian di gading, makan2 gitu dei. HaHa! wanna see our picts? monggo~


i got it for Angga, but he doesn't want to add it as his profile picture in Facebook. huh :/



myBest, Heldy. you can call him Babe (means Father in English, 'Babe' came from Betawi Culture)


Ainun Pratiwi, Asfaltina Sevala, Thya Deera Rahayu (Tri Rahayu F), and Brigitta Lucy Irianita




♥them :)




LOL! it's ASFALTINA SEVALA'S CANDID  taken from FARIS :D





♥them, huh?

PLAYLIST ♥

sekarang lagu2 di hape gua udeh kagak terlalu galau loh. sudah bervariasi.
ini lagu lagu yang biasa gue dengerin di hape hehehehe


1. PRONTERA - HONEYBEAT


    Anjay. ini lagu request dari bang Redy Hisbullah. mantep banget. ini lagu Ragnarok sih....tapi keren banget njirrrr hahaha! liriknya nih yang oke:


"You're always here to cheer me up, you're always there when i'm down........
But i've been waiting only to see dreams, maybe in time i'll forget everything"




2. All About You - MC FLY
    
   Ini lagu gue dapetinnya dari hashtag #np di Twitter. lumayan juga nemu yang bagus hahaha selain nigga-nigga itu iyuh gasuka~ liriknya:


"Yesterday, you asked me something I thought you knew.




So I told you with a smile 'It's all about you'




Then you whispered in my ear and you told me to,

Say 'If you make my life worthwhile, it's all about you'"


3. 30 DAYS - NEVER SHOUT NEVER

    Nemu di Twitter juga trus coba coba gua donlot. Oh engga deng, ini gua nemu dari si Bintang Ichsan Fauzi yg lagi polinlop sama Tasapiki. hehehehe. GITARNYA MANTEP! enak lagunya. liriknya:

"Who would have thought that someone like me




Could of fall in love so easily.




I know that you know that i know what i want




I know I cant have it but give it a thought.




I know that it sounds crazy baby

but all I do is think of you."


4. Me With No You - BOWLING FOR SOUP

    Ini nemu di blognya Nurul Kurniasari Dela, panggil aje si Jane --". gua suka liriknya bebangetan hehehe. nih nih

"I'm not lost I just haven't found everything I need
I'm not torn I'm just getting it together"


5. Torn - NATALIE IMBRUGLIA

    Yeah. ini lagu yang pertama kali bikin gue suka sama NSN. gitarnya oke bo' hahahha. dan pas gue purwacaraka juga gue disuruh mainin lagu ini. huh, lumayan gampang tp ribet pindah kuncinya hehe. liriknya nih

"There's nothing where he used to lie




The conversation has run dry




That's what's going on

Nothing's fine, I'm torn"


5. Stop Crying Your Heart Out - OASIS

    Ini lagu gue nemu dati Twitternya si Dian Betaubun hehe enak juga lagunya. galau sih cuma kan penyemangat :D nih liriknya

" 'Cause all of the stars are fading away 


Just try not to worry you'll see them some day 


Take what you need and be on your way 

And stop crying your heart out "


6. Forget About Me - LITTLE BIT

   Ini lupa nemu dimana. pokoke mantep. galau penyemangat hahahaha. nih liriknya

"Why don't you love me? The way i loved you.. It feels so crazy, cause i dunno what i did to you!
If you're gonna hurt me, then do it quickly! cause i'm tired of cryin' if you don't wanna stick around, then baby forget about me"




sisanya besok deh. janjiiiii hehehe. ngantuk banget lillahitaala. udah jam satu hampir setengah dua sedangkan satu jam lagi gua harus bangun buat sahur hehe 

BYE BYE, happy fasting!


ILOVEYOUYOULOVEME
WEAREHAPPYFAMILY






Add caption

Untukmu:

Untukmu:
Back to Top