Antologi kata; Analogi rasa; Jemari bersabda.
___
I mean how, how the world bring us here;
Are we just trapped in time, or you can stay here longer than i expected, or we just don't count the time, as long as we through this 'phase' together?
An unexpected journey with unexpected people from unexpected world.
Sedang merasa seperti Nobita yang banyak ingin tapi tak mau bergerak.
Ingin ini,
Ingin itu,
banyak sekali..
Sayang seribu sayang, saya tidak punya Doraemon yang cukup korak-korek kantong dan menemukan alat untuk menolong Nobita.
Saya sedang merasa seperti Nobita yang tak punya Doraemon. Apa jadinya, ya?
Kemana semangat saya yang dulu?
Tampar saya, siapapun.
Saya butuh maju.
Kamu pernah jatuh cinta namun penuh kekhawatiran?
Seperti ingin berenang tapi takut tak timbul lagi ke permukaan, padahal kamu bisa berenang
Aku takut terlalu dalam, seperti yang lalu, meminta tenggelam
Aku tersesat; dalam jiwa yang selalu mengajak tertawa
Aku tersesat; dalam raga yang berusaha hadirkan tenang
Aku hanyut. Terbawa arus yang cukup deras namun sesekali tenang walau belum mencapai hilir.
Tapi lagi-lagi tuan, aku takut.
Aku bisa merasa bahagia tapi aku takut semua hanya fana, hingga akhirnya terbakar, bersisa jelaga.
Aku khawatir, semua di masa depan adalah masa lalu yang berulang.
Aku terjebak,
Dalam kekhawatiran
Namun aku memang sudah terjebak
Atau aku sebenarnya hanya takut kehilangan yang berulang?
Aku tidak lagi percaya kepada manusia
Siapapun itu
Mulut mereka hanya berisi dusta
Tak lagi yakin untuk satu
Bahkan saat kamu datang, aku tak yakin bahwa kamu akan sama seperti mereka
Atau kamu memang tidak sama dengan mereka
Aku tidak tahu
Jadi, maukah kau tunjukkan segala
Segala apa yang aku tak lagi percaya dari manusia
Segala apa yang tak lagi aku yakini dari mereka
Dan segala yang buktikan kau bukan bagian dari mereka
Sebelum aku ceritakan semua mimpiku tentang kita, yang selalu ku tulis setiap hujan reda, saat pertemuan kita kamis petang lalu
Selamat datang, Petrikor yang selalu datang saat pelangi mulai terlihat semburatnya
Sepertinya kau akan jadi bagian dari drama aksara
Dan semoga, kau bukan bagian dari drama yang ada
Jika kau bisa tunjukkan bahwa semua memang nyata adanya
Dan tak berharap mati dalam tulisan,
Seperti yang pernah ada
Delapan menit sebelum mendarat,
Bahkan pesawatku sudah melesat
Ingin kembali menggapai lengan dan memeluk erat
Jangan pergi, sebelum terlihat
Jika semua memang sudah tersurat
05/04/18
-G-
Di belahan bumi mana lagi
Kita harus berpapasan
Di bagian pulau mana lagi
Kaki kita bertemu dalam pijakan
Di bagian hari mana lagi
Hembus angin memanggilmu, sedu-sedan
Tapi kita tak kunjung jumpa
Dan di bagian detik mana lagi
Aku masih tak bisa menyatakan
Bahwa aku menemukan
Kamu
Yang ingin maju ke depan
Dan rela maju lebih dulu untuk sekadar mundur memberi minum
Menarik tangan dan berlari kedepan
Saat raga ini masih ragu bahkan untuk berjalan
Semesta, aku sedang lelah melaju
Bolehkah ia kupasrahkan padamu?
Kali ini aku tak lagi melawanmu
Silahkan, jalankan rencanamu
Karena takkan ku biarkan lagi siapapun akan hadir hanya untuk buat semua porak poranda
05/04/18
Pada 23.000 kaki
-G-
Saya tidak pernah suka olahraga lari setelah ayah dan kakek saya meninggal dunia.
Pun juga, seseorang meninggalkan saya karena lari. Lebih nyaman berlari berdua dengan yang baru dibanding saya yang hanya suka jogging, ujarnya.
Yang setia akan selalu kalah dengan yang selalu ada memang benar adanya.
Tapi semesta berkata lain,
Sepertinya kali ini saya harus memulai lagi berlari. Sudah terlalu lama aku hanya jalan di tempat, bahkan sekadar mengamati orang-orang yang berlari.
Mereka -- dan kamu, sudah berlari ribuan kilometer
dan saya masih terdiam saja disini,
Saya harus maju,
Harus.